Halaman

Senin, 12 Mei 2014

Resume Perkuliahan MANAJEMEN PEMASARAN JASA PENDIDIKAN



Assalamu'alaikum

Seperti sebelumnya, saya akan membagikan hasil perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan yang dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2014 di Gd. R.A Kartini, pukul 11.30 s/d selesai.
Pada kesempatan kali ini, dosen saya, Pak Amril Muhammad menerangkan mengenai KEPUTUSAN HARGA. Berikut resume perkuliahannya yang saya pahami:

Keputusan Harga

Price
Sejumlah uang yang harus dikeluarkan oleh konsumen guna mendapat manfaat dalam memiliki/menggunakan produ/jasa yang dipasarkan atau yang dikenakan terhadap suatu produk/jasa.
Pertimbangan dalam menetapkan harga, yakni:
1.      Internal
·         Tujuan pemasaran (laba yang besar dengan menetapkan harga yang tinggi)
·         Strategi bauran pemasaran (mempertimbangkan tempat/biaya sewa supaya lebih murah)
·         Biaya (berapa biaya yang dikeluarkan)
·         Pertimbangan organisasi (melihat kebijakan organisasi)
2.      Eksternal
·         Pasar dan permintaan (monopoli/persaingan bebas)
·         Persaingan (contoh: Pasar oligopoli dari segi bahasa berasal dari kata olio yang berarti beberapa dan poli yang artinya penjual adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan)
·         Factor lainnya (ekonomi, penjualan kembali/harga grosir, pemerintah)
Menentukan kebijakan penetapan harga
1.      Memilih tujuan penetapan harga
2.      Menentukan permintaan (berkaitan dengan jumlah barang yang akan diproduksi)
3.      Memprakirakan biaya (tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah), dan mempertimbangkan laba
4.      Analisis biaya, harga, dan tawaran pesaing
5.      Memilih metode penetapan harga
6.      Memilih harga final
Pendekatan penetapan harga
1.      Permintaan di pasar sasaran
2.      Strategi bisnis dan pemasaran
3.      Diferensiasi produk
4.      Harga pesaing
5.      Harga barang subtitusi
6.      Biaya produksi (pertimbangan)
Pendekatan penetapan harga
1.      Cost-based pricing (harga didasarkan pada biaya untuk produksi suatu barang)
Contoh soal: sebuah pabrik topi akan memproduksi 1.000 topi. Bahan baku yang dibutuhkan untuk memproduksi topi tersebut sebesar Rp 25.000.000 , untuk biaya tenaga kerja langsung sebesar Rp 7.000.000 , biaya overhead yang dikeluarkan sebesar 1.000.000 , dan perusahaan ingin mendapat untung sebesar 25%. Hitunglah cost-based pricing yang ditetapkan perusahaan tersebut!
 Jawab:  bahan baku = 25.000.000
  TKL           =   7.000.000
            BOH           =   1.000.000
                                   33.000.000
           
VC = 33.000.000/1000
                   = 33.000
           
Laba 25% = (25/100)x33.000
                            = 8.250
Jadi, cost-based pricing per unit adalah = 33.000+8.250
                                                                = 41.250

2.      Break-even analysis and target profit pricing
Contoh soal: pabrik mukena memiliki modal sebesar Rp 20.000.000 untuk memproduksi mukena yang akan dijual. Variable cost yang dikeluarkan sebesar Rp 45.000 , unit cost nya sebesar Rp 70.000 , berapa BEP dan profit pricing nya jika targetnya adalah 1.500?
Jawab: BEP per unit = FC/(UC-VC)
                                = 20.000.000/(70.000-45.000)
                                = 800 unit

            BEP dalam rupiah = BEP dalam unit x UC
                                          = 70.000 x 800 = 56.000.000

            Target profit pricing = S    = 1.500x70.000 = 105.000.000
                                                 FC =                              20.000.000
                                                 VC = 1.500x45.000 =   67.500.000
                                                                                     
               17.500.000

3.      Value-based pricing
Menetapkan harga berdasarkan persepsi pembeli terhadap suatu nilai dibandingkan dengan biaya penjual.
Contohnya : Pemesanan baju pengantin yang ditentukan penetapan harga baju dibuat produknya.

4.       Competition-based pricing
Menetapkan harga berdasarkan harga yang ditetapkan pesaing.

Strategi penetapan harga produk baru
·         Market-skimming pricing
Harga tinggi untuk produk baru untuk dapat pendapatan maksimal dari segmen yang berkeinginan untuk membayar harga yang tinggi -> fewer but more profitable sales
·         Market-penetration pricing
Menetapkan harga yang rendah untuk produk baru untuk menarik pembeli yang banyak dan pangsa pasar yang besar.
Strategi penyesuaian harga
·         Discount and allowance pricing
Mengurangi harga untuk memberikan penghargaan kepada konsumen
·         Segmented pricing
Menyesuaikan harga terhadap pelanggan, produk, atau lokasi yang berbeda
·         Psychological pricing
Menyesuaikan harga terhadap efek psikologis
·         Promotional pricing
Menyesuaikan harga semestinya untuk meningkatkan penjualan jangka pendek
·         Geographical pricing
Menyesuaikan harga sesuai dengan letak geografis/letak konsumen
·         International pricing
Menyesuaikan harga untuk pasar internasional
Penetapan harga diskriminasi
·         Segmen pelanggan
·         Bentuk produk
·         Lokasi (bandara, mall)
·         Waktu (liburan sekolah, lebaran)
Penetapan harga psikologi
Punya uang sama, tapi dapat barang yang lebih banyak pertimbangan,
·         Lebih menarik (tampilan) ?
·         Nilai lebih baik (efek psikologis) ?
·         Psikologi harga?
Penetapan harga promosi
1.      Kepemimpinan harga merugi
2.      Penetapan harga untuk even special
3.      Potongan harga
4.      Pembiayaan bunga rendah (KPR) dan produksinya berasal dari bunga rendah
5.      Pembayaran jangka panjang
6.      Garansi/pelayanan
7.      Diskon psikologis (rasa yang didapat bila mendapat diskon)
Pertimbangan dasar keputusan harga untuk di luar home country
1.      Apakah harga sesuai dengan kualitas yang didapat dari suatu produk?
2.      Apakah harga kompetitif?
3.      Strategi apa yang dijalankan?
4.      Bagaimana tipe discount nya?
5.      Apakah harga perlu berbeda dengan setiap segmen yang ada?
6.      Keputusan apa yang diambil bila biaya perusahaan menurun/meningkat? Elastis/inelastis?
7.      Apakah harga yang ditetapkan perusahaan dilihat oleh pemerintah host country sebagai harga yang wajar atau eksploitatif?
8.      Apakah hukum dumping berlaku di host country?
Market holding
·         Strategi ini sering dipergunakan oleh perusahaan yang ingin mempertahankan pangsa pasar.
·         Dalam pasar global terjadi disebabkan karena fluktuasi nilai mata uang yang menyebabkan harus diadakannya penyesuaian harga.
Pengaruh lingkungan terhadap keputusan harga
1.      Fluktuasi nilai mata uang
2.      Klausal nilai tukar
3.      Penetapan harga di wilayah yang mengalami inflasi
4.      Campur tangan dan subsidi pemerintah
5.      Perilaku pesaing
6.      Hubungan harga dan kualitas
Transfer pricing
Penetapan harga dari produk/jasa yang dibeli/dijual oleh unit operasi/divisi dari perusahaan yang sama.


Sekian hasil perkuliahan Manajemen Pemasaran Jasa Pendidikan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan jadi pembelajaran bagi saya. Terima kasih. Wassalamu'ailukum... ^^
 
Dewi Ariani Wahyuningrum 
1445121190 
Manajemen Pendidikan 2012 B
 Dosen: Amril Muhammad






Senin, 05 Mei 2014

Konsep Dasar Multi Level Marketing


Assalamu'alaikum.
Kali ini, postingan saya mengenai konsep dasar muliti level marketing.
Tapi, sebelum menuju ke sana, untuk membantu Anda memahami apa network marketing, Multi Level Marketing bukan Skema Piramida.
 
Piramida adalah program yang mirip dengan surat berantai di mana orang hanya menginvestasikan uang berdasarkan janji bahwa orang lain akan dimasukkan ke dalamnya, lalu uang yang akan mengalir kembali kepada mereka namun entah bagaimana caranya, mereka akan menjadi kaya. Sebuah piramida adalah di mana uang yang dibayarkan dan tidak ada produk atau jasa diterima. Sebuah piramida merupakan permainan uang secara ketat dan tidak memiliki dasar dalam perdagangan nyata. Biasanya tidak ada produk yang terlibat sama sekali, hanya uang yang berpindah tangan. Piramida modern mungkin memiliki produk, tapi itu jelas ada hanya untuk menyamarkan permainan uang. Piramida adalah ilegal dan didasarkan pada mengambil keuntungan dari orang-orang tertentu saja. Dalam skema piramida. Untuk seseorang benar-benar menghasilkan uang, maka orang lain harus kehilangan uang.
 
Namun dalam network marketing, setiap orang dapat melipatgandakan usaha, keterampilan dan bakatnya dengan membantu orang lain menjadi sukses. Network marketing telah membuktikan diri sebagai bagian dari ekonomi baru dan cara yang disukai untuk melakukan bisnis di sini dan di seluruh dunia. Network marketing adalah bisnis yang sah. Ini didasarkan pada menyediakan orang dengan nyata, adanya produk yang sah yang mereka butuhkan dan inginkan dengan harga yang wajar. Sementara beberapa orang membuat banyak uang melalui network marketing. Keuntungan finansial mereka selalu merupakan hasil dari dedikasi mereka sendiri dalam membangun suatu organisasi dengan menjual produk nyata dan jasa. Network marketing, biasanya tidak dengan cepat menghasilkan uang seperti piramida diatas. Namun, memang terkadang tentu saja beberapa orang dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar dengan sangat cepat. Banyak orang akan mengatakan orang-orang beruntung. Tetapi keberhasilan di network marketing tidak didasarkan pada keberuntungan. Sayangnya, uang tidak akan tumbuh sayap dan terbang ke rekening bank Anda jika tidak mempedulikan apa yang orang telah janjikan kepada Anda. Sukses di network marketing didasarkan pada beberapa prinsip dinamis berikut, namun masih sangat dasar.

Network marketing adalah bisnis yang serius bagi orang-orang yang serius. Ini adalah sistem yang terbukti di mana desain, pembuatan dan beban tim perusahaan telah dilalui untuk menjadi peta jalan kesuksesan Anda sendiri. Caranya sederhana, terbukti dengan mengikuti sistem yang telah disediakan. Kunci sebenarnya dari network marketing ini adalah semua tentang pengaruh mempengaruhi. Anda dapat mempengaruhi waktu dan meningkatkan jumlah jam usaha kerja di mana Anda dapat dibayar dengan mensponsori orang lain dan mendapatkan penghasilan kecil pada usaha mereka. Apakah Anda lebih suka membuat 1 persen pada upaya 100 orang atau 100 persen pada usaha Anda sendiri. Konsep yang sangat dasar ini adalah landasan network marketing. Misalnya, orang yang paling sukses membangun bisnis network marketing melakukannya dengan metode yang terorganisir. Mereka bekerja, beberapa jam khusus setiap minggu dengan setiap jam usaha melayani sebagai sebuah blok bangunan untuk pertumbuhan bisnis jangka panjang mereka. Kemudian mereka mensponsori orang lain dan mengajar orang-orang bagaimana menjual produk perusahaan dan sponsor lain dengan proses yang sama. Dengan membantu orang-orang yang Anda secara pribadi mensponsori untuk mensponsori orang lain, Anda menduplikasi diri. Karena proses ini terus berlanjut, Anda menciptakan pertumbuhan senyawa yang dapat menyebabkan ratusan bahkan r
ibuan orang datang ke dalam bisnis Anda. Pengaruh Anda, waktu Anda dengan membantu orang lain menjadi sukses dan mendapatkan penghasilan dari semua upaya mereka. Dengan network marketing, tidak ada persyaratan modal besar, tidak ada batasan geografis dan tidak ada pendidikan khusus atau keterampilan yang dibutuhkan.
 
Network marketing adalah bisnis menengah, berbasis rumah yang benar-benar dapat menawarkan banyak keuntungan yang akan didapat dengan memiliki bisnis Anda sendiri. Network marketing adalah bisnis orang-ke-orang yang secara signifikan dapat memperluas lingkaran teman-teman. Ini bisnis yang memungkinkan Anda untuk melakukan perjalanan dan bersenang-senang serta menikmati gaya hidup namun mendapatkan pendapatan ekstra.
 
MLM atau Multi Level Marketing hanyalah sebuah istilah mudah yang digunakan untuk menggambarkan apa yang mungkin menjadi metode yang paling efisien dan menarik pergerakan produk dari (PRODUSEN) ke pengguna akhir (PELANGGAN). MLM adalah sistem bonus dan komisi multi-jenjang/bertingkat yang dirancang untuk menghargai mereka yang terlibat dalam proses distribusi suatu produk. Untuk benar-benar memahami bagaimana MLM bekerja. Kita perlu memahami bahwa semua produk dari susu, roti dan keju untuk mesin industri kompleks berat didistribusikan ke pelanggan melalui sistem pembayaran komisi yang bertingkat. Pembayaran dibuat sebagai setiap tingkatan menangani aspek-aspek tertentu dari proses distribusi sehingga mereka dibayar komisi atau bonus mereka yang sesuai dari kinerja mereka.Sistem multi-jenjang/bertingkat distribusi produk dapat mencakup berikut ini.
 
·         Bonus dan Komisi
·         Margin Retail Dan Eceran
·         Biaya Iklan Dan Pengangkutan
·         Seluruh Pedagang Lokal
·         Seluruh Pedagang Regional
·         Seluruh Pedagang Nasional
·         Produsen Agen
·         Pabrikan
 
Dan tentu saja “nasabah” yakni orang yang membayar harga eceran dan membayar untuk sistem di atas. Aspek menarik dari MLM, adalah bahwa banyak lapisan pembayaran ini tidak diperlukan dan dapat kembali diarahkan ke ribuan distributor yang membentuk penjualan dan pemasaran fungsi perusahaan.
 
Setiap distributor dihargai untuk dua fungsi dalam proses penjualan dan pemasaran:
·         Retail Sales adalah penjualan produk ke pelanggan.
·    Sponsoring adalah perekrutan distributor baru untuk memperluas jaringan distributor bisnis rumahan.

Semakin produktif distributor dalam melakukan dua fungsi tersebut, maka yang lebih senior mereka menjadi/masuk ke dalam organisasi, pindah ke yang lebih tinggi, tingkat yang lebih menguntungkan kompensasi, penghargaan dan pengakuan dalam pemasaran & rencana pendapatan.


Sekian. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan jadi pembelajaran bagi saya.
Terima kasih. Wassalamu'ailukum... ^^
 

Dewi Ariani Wahyuningrum 

1445121190 

Manajemen Pendidikan 2012 B 
Dosen: Amril Muhammad