Halaman

Minggu, 16 November 2014

Resume Perkuliahan Manajemen Keuangan "Manajemen Aktiva Tetap Dan Aktiva Tetap Tidak Berwujud"



Assalamu’alaykum pembaca.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi sedikit informasi yang saya ketahui. Dosen masih sama, ada Pak Amril yang selaku dosen mata kuliah ini.
Perkuliahan berlangsung pada 10 November 2014 bertempat di Gd. Daksinapati Ruang 305, dengan materi ” Manajemen Aktiva Tetap Dan Aktiva Tetap Tidak Berwujud”.
Berikut resumenya. ^^
Manajemen Aktiva Tetap Dan Aktiva Tetap Tidak Berwujud
A. Pengertian Aktiva Tetap
Aktiva tetap ialah aktiva tetap berwujud yang mempunyai nilai guna ekonomis jangka panjang, dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasi guna menunjang perusahaan dalam mencapai tujuan dan dimiliki perusahaan tidak untuk dijual kembali agar diperoleh laba atas penjualan tersebut. Pengertian aktiva tetap berwujud dikemukakan oleh beberapa orang ahli sebagai berikut :
1.       Menurut Zaki Baridwan (1992, hal 271) menjelaskan : “Aktiva tetap berwujud yang sifatnya relatif permanen (menunjukkan sifat bahwa aktiva yang bersangkutan dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif cukup lama) yang digunakan dalam kegiatan perusahaan”.
2.      Menurut Standar Akuntansi Keuangan (2002, Nomor 16.2 Paragraf 05) “Aktiva tetap adalah aktiva tetap berwujud yang digunakan dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu yang digunakan dalam operasi perusahaan. Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”.
B. Pengertian Aktiva Tetap Tak Berwujud
Aktiva tetap tidak berwujud (intangible assets) adalah aktiva yang umur ekonomisnya panjang dan memberikan manfaat bagi operasi perusahaan, tetapi tidak mempunyai bentuk fisik. Aktiva ini berupa hak – hak istimewa atau pemilikan posisi yang menguntungkan perusahaan dalam memperoleh pendapatan. Bukti pemilikan aktiva tak berwujud bisa berupa kontrak, lisensi, atau dokumen lain.
a)     Pemerintah-seperti hak paten, hak cipta, frenchis, merek dagang, dan nama dagang.
b)     Perusahaan lain-misalnya pembelian yang mencakup pembayaran untuk goodwill.
c)      Perjanjian tertentu-seperti frenchise dan lease.
C.  Aktiva/Sarana Prasana Sekolah (SPP)
Sarana Pendidikan
Sarana pendidikan adalah segala macam peralatan yang digunakan guru untuk memudahkan penyampaian materi pelajaran. Sarana pendidikan berdasarkan fungsinya dapat dibedakan menjadi:
a.      Alat pelajaran: alat-alat yang digunakan untuk rekam-merekam bahan pelajaran atau alat pelaksanaan kegiatan belajar, contoh: papan tulis.
b.      Alat peraga : segala macam alat yang digunakan untuk meragakan objek atau materi pelajaran. Pada intinya “meragakan,” yaitu menjadikan sesuatu yang “tak terlihat” menjadi terlihat.
c.       Media pendidikan : sesuatu (apapun) yang di dalamnya terkandung pesan (message) komunikasi, merupakan saluran (perantara) komunikasi.
Prasarana Pendidikan
Prasarana pendidikan adalah segala macam alat, perlengkapan, atau benda-benda yang dapat digunakan untuk memudahkan (membuat nyaman) pelaksanaan pendidikan. Prasana yang harus ada pada sekolah:
a.      Sebuah SD/MI sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:
1.       Ruang kelas
2.      Ruang perpustakaan
3.      Laboratorium IPA
4.      Ruang pimpinan
5.      Ruang guru
6.      Tempat beribadah
7.      Ruang UKS
8.     Toilet
9.      Gudang
10.  Ruang sirkulasi
11.   Tempat bermain/berolahraga.
b.      Sebuah SMP/MTs sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:
1.       Ruang kelas
2.      Ruang perpustakaan
3.      Ruang laboratorium IPA
4.      Ruang pimpinan5
5.      Ruang guru
6.      Ruang tata usaha
7.      Tempat beribadah8
8.     Ruang konseling
9.      Ruang UKS
10.  Ruang organisasi kesiswaan
11.   Toilet
12.  Gudang
13.  Ruang sirkulasi
14.  Tempat bermain/berolahraga
c.       Sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:
1.       Ruang kelas
2.      Ruang perpustakaan
3.      Ruang laboratorium biologi
4.      Ruang laboratorium fisika
5.      Ruang laboratorium kimia
6.      Ruang laboratorium computer
7.      Ruang laboratorium bahasa
8.     Ruang pimpinan
9.      Ruang guru
10.  Ruang tata usaha
11.   Tempat beribadah,
12.  Ruang konseling
13.  Ruang UKS
14.  Ruang organisasi kesiswaan
15.   Toilet
16.  Gudang
17.   Ruang sirkulasi
18.  Tempat bermain/berolahraga
D. Metode Penyusutan Dan Amortisasi
Penyusutan
Semua jenis aktiva tetap kecuali tanah, akan semakin berkurang kemampuannya untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya kemampuan ini adalah pemakaian, keausan, ketidak seimbangan kapasitas yang tersedia dengan yang diminta dan keterbelakangan teknologi. Berkurangnya kapasitas berarti berkurangnya nilai aktiva tetap yang bersangkutan dan hal ini perlu dicatat dan dilaporkan. Pengakuan adanya penurunan nilai aktiva tetap berwujud ini disebut penyusutan ( depreciation) . Ayat jurnal yang perlu dibuat untuk mencatat penyusutan dalah debit biaya penyusutan dan kredit akumulasi penyusutan. Perkiraan akumulasi penyusutan digunakan untuk mencatat secara akumulatif jumlah penyusutan yang telah dilakukan .Selisih antara harga perolehan dengan akumulasi penyusutan merupakan bagian dari harga perolehan yang belum disusutkan. Selisih ini disebut nilai buku ( book value) aktiva tetap.
Metode Penyusutan
Ada dua faktor yang mempengaruhi besarnya penyusutan yaitu nilai aktiva tetap yang digunakan dalam penghitungan penyusutan (dasar penyusutan) dan taksiran manfaat. Dasar penyusutan dapat berupa : harga perolehan dan nilai buku. 
Amortisasi
Pengurangan nilai suatu aktiva tak berwujud yang seara berkala dibebankan sebgai biaya disebut amortisasi (amortization). Amortisasi aktiva tak berwujud pada umumnya dilakukan dengan menggunakan metode garis lurus. Dipandang dari sudut kemungkinan amortisasinya,aktiva tak berwujud dapat digolongkan sebagai :
a.      Aktiva tak berwujud yang adanya dibatasi dengan undang-undang,peraturan atau persetujuan, misalnya hak paten, hak cipta dan hak merek.
b.      Aktiva tidak berwujud yang tidak terbatas waktunya dan pada waktu perolehannya tidak ada petunjuk mengenai usianya yang terbatas,misalnya biaya pendirian dan biaya pra operasi.
Harga perolehan aktiva tak berwujud kategori : (a) Diamortisasikan selama jangka waktu yang dinyatakan dalam ketentuan. Bila ternyata jangka waktu kegunaannya lebih lama atau lebih singkat dari perkiraan semula, maka dapat dilakukan koreksi seperlunya. Aktiva yang termasuk dalam kategori (b) Diamortisasikan sesuai pertimbangan perusahaan, asalkan amortisasi tersebut layak dan masuk akal. Amortisasi aktiva tak berwujud dicatat dengan mendebit perkiraan biaya amortisasi dan mengkredit perkiraan akumulasi amortisasi atau langsung ke perkiraan aktiva yang bersangkutan.
E. Perhitungan Penyusutan Dan Amortisasi
Penyusutan
Untuk menghitung penyusutan, taksiran manfaat dinyatakan dalam tarif  penyusutan dan dapat dihitung dengan rumus :
a.    Metode garis lurus ( Straight line ), biaya penyusutan dialokasikan berdasarkan berlalunya waktu ,dalam jumlah yang sama,sepanjang masa manfaat aktiva tetap.
Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan
Dasar penyusutan = Harga perolehan – nilai sisa
Contoh :
tarif penyusutan dengan taksiran manfaat 5 tahun , maka tarifnya 100% : 5 = 20 %
harga kendaraan Rp 12.500.000 ,nilai sisa diperkirakan Rp 1.550.000 ,maka biaya penyusutannya = 20% (Rp.12.500.000 – Rp.1550.000) = Rp.2.190.000

Th
Harga
Perolehan
Biaya
Penyusutan
Ak.
penyusutan
Nilai buku
1
Rp.12.500.000
Rp.2.190.000
Rp.2.190.000
Rp.10.310.000
2
Rp.12.500.000
Rp.2.190.000
Rp.4.380.000
Rp. 8.120.000
3
Rp.12.500.000
Rp.2.190.000
Rp.6.570.000
Rp. 5.930.000
4
Rp.12.500.000
Rp.2.190.000
Rp.8.760.000
Rp. 3.740.000
5
Rp.12.500.000
Rp.2.190.000
Rp.10.950.000
Rp. 1.550.000

b.    Metode saldo menurun ( Declining balance ), biaya penyusutan akan merata sepanjang umur aktiva tetap dan biaya penyusutan makin menurun dari tahun ke tahun selama taksiran masa manfaat dikarenakan semakin tua, kapasitas aktiva dalam memberikan jasanya juga akan semakin menurun.     
Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan
Dasar penyusutan = Nilai buku awal periode
c.    Metode jumlah angka tahun akan menghasilkan jadwal penyusutan yang sama dengan metode saldo menurun. Jumlah penyusutan akan makin menurun dari tahun ke tahun.
Biaya penyusutan = Tarif penyusutan x Dasar penyusutan
Dasar penyusutan = Harga perolehan – nilai sisa
d.    Metode unit produksi,dalam metode unit produksi taksiran manfaat dinyatakan dalam kapasitas produksi yang dapat dihasilkan.Kapasitas produksi itu sendiri dapat dinyatakan dalam bentuk unit produksi, jam pemakaian, kilometer pemakaian atau unit unit kegiatan yang lain. Harga perolehan dikurangi nilai sisa merupakan dasar penyusutan.
Amortisasi
Pencatatan 
Anggaplah bahwa untuk memperoleh suatu hak paten, perusahaan telah mengeluarkan uang sebesar Rp.25.000.000. Perolehan ini dicatat sebagai berikut :
(D)  Hak paten                                          25.000.000
            (K)         Bank                                                           25.000.000
Anggaplah juga masa manfaat hak paten tersebut adalah 10 tahun. Amortisasi tahunan dari hak paten ini, dengan demikian adalah :
10 % x  Rp.25.000.000 = Rp.2.500.000
Ayat jurnal yang harus dibuat adalah
(D)  Biaya amortisasi                              2.500.000
            (K)       Hak paten                                                    2.500.000
F.  Penerapan Manajemen Aktivas Dalam Keuangan Pendidikan
Penerapan manajamen aktiva dalam keuangan pendidikan sangat penting, mengingat perlu adanya manajemen yang bagus untuk mengatur suatu sumber daya yang terbatas. Penerapan manajemen aktiva sangatlah mempengaruhi efektifitas pengalokasian dana pendidikan atau keuangan pendidikan dalam proses pengadaan maupun pengelolaan sumber aktiva tetap maupun aktiva tetap namun tak berwujud. Didalam manajemen aktiva sendiri terdapat perhitungan biaya penyusutan dan amortisasi suatu aktiva yang menggambarkan seberapa besar pendayagunaan suatu aktiva dan berapa sisa nilai aktiva tersebut dalam satu periode. Dari perhitungan ini akan dijadikan bahan pertimbangan dalam pengalokasian atau pendayagunaan keuangan pendidikan dimasa atau diperiode selanjutnya.
Sekian hasil perkuliahan Manajemen Keuangan, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan jadi pembelajaran bagi saya. Terima kasih. Wassalamu'ailukum... ^^ 

Dewi Ariani Wahyuningrum 
1445121190 
Manajemen Pendidikan 2012 B
Dosen: Amril Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar